Ramai Kritik Status Tersangka Gisel Di Kasus Video Porno

Penetapan Gisel sebagai tersangka dalam kasus video porno menimbulkan pertanyaan publik lantaran ia dianggap sebagai korban.

Polda Metro Jaya telah menetapkan Gisella Anastasia (GA) sebagai tersangka kasus video porno. Selebritas tanah air itu disangkakan melanggar Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 28 UU Pornografi.

Penetapan tersangka dan jeratan Pasal yang dikenakan menimbulkan pertanyaan publik. Sebab, menurut sejumlah pihak, Gisel merupakan korban.

"Menaikkan status yang tadinya saksi kepada saudari GA dan saudara MYD [Michael Yunikobu Defretes] sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Selasa (29/12).

Kasus yang menjerat Gisel bermula pada awal November saat sebuah video porno viral di media sosial. Perempuan dalam video berdurasi 19 detik itu disebut mirip dengan Gisel. Saat video itu mencuat, Gisel pun sempat memberikan pernyataan yang menegaskan ia siap menghadapi tudingan.

Gisel mengaku pernah berkonsultasi dengan pengacara Hotman Paris soal data pribadinya yang disebut bocor. Ia mengatakan pernah kehilangan ponsel tiga tahun lalu.

Polisi sendiri menyebut videp porno itu direkam pada tahun 2017 di salah satu hotel di Medan, Sumatra Utara. Dalam pemeriksaan, polisi berujar Gisel dan Michael mengakui bahwa mereka adalah pemeran dalam video itu.

Merespons kejadian ini, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai Gisel dan Michael tidak bisa dipidana jika keberadaan video tersebut hanya untuk kepentingan pribadi, bukan untuk konsumsi publik.

ICJR menilai ada batasan penting dalam UU Pornografi yang mengatur bahwa pihak-pihak yang melakukan perbuatan `membuat` sebagaimana dalam Pasal 4 UU Pornografi tidak dapat dipidana apabila dilakukan untuk tujuan diri sendiri dan kepentingan sendiri.

Sementara terhadap Pasal 8 UU Pornografi, ICJR mengatakan risalah pembahasan UU Pornografi menjelaskan bahwa yang didefinisikan sebagai perbuatan kriminal adalah pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di ruang publik.

Pasal 8 UU Pornografi mengatur: "Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi". Larangan menjadi model, menurut ICJR, tetap harus dalam kerangka komersial bukan kepentingan pribadi.

"Maka, selama konten tersebut adalah kepentingan pribadi, sekalipun sebagai pemeran dalam suatu konten, ketentuan hukum dan konstitusi di Indonesia melindungi hak tersebut. Perbuatan tersebut tidak dapat dipidana," ucap ICJR.

Mariana Amiruddin, Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), menilai Gisel tak bersalah dalam kasus video porno.

Ia berpendapat Gisel menjadi korban dalam kasus tersebut lantaran video yang disimpan secara pribadi diumbar ke publik oleh orang tak bertanggung jawab.

"Sebetulnya tidak bersalah, justru dia jadi korban karena dia mengalami kerugian. Pertama, nama baiknya tercemar dan dampaknya pada keluarganya termasuk anaknya," kata Mariana kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/12).

Baik Gisel maupun Michael akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Senin, 4 Januari 2020 mendatang.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama