Deretan Dokter Hingga Pesohor Yang Dibungkam Pemerintah China

Selain miliarder Jack Ma, sejumlah dokter hingga pesohor yang berusaha mengkritik pemerintah China juga sempat dibungkam oleh pemerintahan Xi Jinping.
Jakarta, --

Menghilangnya miliarder asal China, Jack Ma, sontak mengejutkan publik baru-baru ini. Pasalnya, pendiri e-commerce Alibaba itu memang sudah sejak lama terkenal tidak akur dengan pemerintahan Presiden Xi Jinping.

Menghilangnya Jack Ma disebut sebagai puncak dari ketegangan tersebut. Selain Jack Ma, sejumlah pesohor lainnya mulai dari dokter, konglomerat, bahkan warga sendiri juga tercatat tak luput dari cengkeraman pembungkaman pemerintah China.

Dokter Ai Fen

Ketika pandemi mulai menyebar di awal 2020, seorang Kepala Departemen di RS Pusat Wuhan Ai Fen menyebut situasi penanganan Covid-19 di sana lebih mengerikan dibandingkan wabah lainnya.

Kengerian itu diperparah dengan pembatasan informasi oleh pemerintah dan penyebaran informasi yang keliru.

Kepala Penyakit Menular di Pusat Pengendalian Penyakit di Wuhan, Wang Wenyong, bahkan sempat meminta RS untuk memalsukan informasi pasien corona. Mereka memerintahkan agar diagnosis dalam laporan diganti dengan jenis penyakit lain.

Selain itu, pekerja di RS dilarang membicarakan virus corona, atau mengirim pesan teks, foto, atau apa pun yang mungkin meninggalkan jejak.

Pada Desember 2019, Ai Fen membagikan informasi terkait penularan wabah tersebut melalui aplikasi pesan WeChat.

Informasi itu berisikan hasil laboratorium yang menunjukkan bahwa RS tengah menangani pasien positif covid-19 yang tidak memiliki riwayat bepergian ke pasar ikan, yang saat itu disinyalir sebagai pusat penularan awal pandemi.

Informasi itu kemudian disebarkan oleh dokter-dokter lain untuk memperingatkan teman-teman dan kolega mereka agar dapat mengambil tindakan.

[Gambas:Video CNN]

Pesan ini pun semakin menyebar secara online, mendorong permintaan masyarakat terhadap informasi yang lebih lengkap.

Namun, beberapa dari mereka justru dipanggil oleh pihak berwenang Wuhan untuk menandatangani surat peringatan berisi tuduhan bahwa dirinya telah "menyebarkan desas-desus online" dan "mengganggu ketertiban sosial".

Dokter Li Wenliang

Mendiang dokter Li Wenliang adalah salah satu dari sekelompok dokter di Wuhan yang turut menyebarkan informasi di media sosial mengenai awal kemunculan wabah dan dibungkam oleh pemerintah China.

Pada Desember 2019, Li dilaporkan menangani sejumlah pasien yang memiliki gejala mirip dengan penyakit Sindrom Pernapasan Akut (SARS). Mereka sama-sama berasal dari pasar hewan di pusat kota Wuhan.

Dia pun mengabarkan dan memperingatkan situasi itu kepada sesama rekan sejawatnya melalui aplikasi percakapan. Li resah jika wabah ini tidak ditanggulangi dengan tepat, maka bisa menyebar dengan cepat dan mematikan.

Kala itu, virus tersebut belum teridentifikasi. Tak disangka ternyata informasi yang dia berikan malah ditanggapi berbeda. Polisi menjemput Li untuk diinterogasi.

"Kami meminta kamu tenang saja. Kami memperingatkan jika kamu keras kepala dan tetap mempertahankan pandangan itu dan tidak menyesal, maka kami akan menghukummu," kata polisi saat itu.

Setelah jumlah pasien semakin banyak, Li lantas harus siaga menerima derasnya penduduk yang jatuh sakit. Dia juga memeriksakan diri dan ternyata hasilnya positif tertular virus tersebut.

Karena kejadian ini, para penduduk banyak mengkritik kebijakan Partai Komunis China dalam hal penyebaran informasi terkait virus corona melalui media sosial.

Setelah menerima perawatan di rumah sakit, Li tutup usia pada 7 Februari 2020. Karena terjangkit virus corona.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama