Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Terapkan Mitigasi Bencana

Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan persiapan dalam menghadapi musim hujan dan mitigasi bencana banjir.

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejumlah mitigasi bencana dalam menghadapi musim hujan yang saat ini intensitasnya semakin tinggi. 

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi menyebut ada 5 upaya yang telah dilakukan, yakni gerebek lumpur, pengelolaan air hujan (drainase vertikal), pemeliharaan pompa, penanganan banjir rob melalui NCICD, dan pengelolaan sistem polder.

"Gerebek Lumpur itu pengerukan/pengurasan yang bertujuan meningkatkan kapasitas saluran, kali/sungai, dan waduk, sehingga pada musim hujan daya tampungnya bisa maksimal. Pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pengerukan di lokasi lainnya," ujar Dudi, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Lebih lanjut, pembangunan drainase vertikal (sumur resapan) yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan unsur-unsur terkait di wilayah dan melibatkan masyarakat.

Selain itu, untuk penanganan banjir rob melalui NCICD, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta telah menentukan lokasi prioritas pembangunan tanggul pantai, yaitu Kamal Muara, Kali Blencong, Kali Adem-Muara Angke, Pantai Muara, Sunda Kelapa, dan Tanjung Priok.

Sementara itu, untuk pembangunan/rehabilitasi sistem polder pada 2021-2022, lokasinya antara lain, Pompa Kali Betik dan Pompa Artha Gading, Pompa Pulomas, Pompa Marunda, Pompa Tipala, Pompa Adhyaksa Cipayung, Pompa Muara Angke dan Pompa Teluk Gong, Pompa Mangga Dua, Pompa Green Garden.

"Juga telah menyiapkan 487 pompa stationer di 178 lokasi, 175 pompa mobile di 5 wilayah, 257 alat berat, 465 dump truck, 36 pintu air, dan 8.101 personel (Pasukan Biru)," pungkas Dudi.


Kesiapan BPBD Provinsi DKI Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir bagi masyarakat sebanyak 33.311 buku dan dibagikan kepada pengurus RT/RW. Masyarakat juga dapat mengunduh buku panduan tersebut melalui https://bit.ly/PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirJakarta.

"Harapannya, masyarakat dapat lebih siap, meskipun personel dan pendukung lainnya juga kita kerahkan," ujar Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto.

BPBD Provinsi DKI Jakarta juga telah memasang tanda dan arah lokasi pengungsian di 267 wilayah kelurahan. Berikut rincian jumlah lokasi pengungsian dan kapasitasnya:

Jakarta Pusat
Jumlah Bangunan: 183
Kapasitas: 27.393
Perkiraan Pengungsi: 9.593

Jakarta Barat
Jumlah Bangunan: 414
Kapasitas: 64.919
Perkiraan Pengungsi: 10.637

Jakarta Selatan
Jumlah Bangunan: 260
Kapasitas: 18.175
Perkiraan Pengungsi: 10.431

Jakarta Utara
Jumlah Bangunan: 129
Kapasitas: 22.850
Perkiraan Pengungsi: 14.538

Jakarta Timur
Jumlah Bangunan: 257
Kapasitas: 39.599
Perkiraan Pengungsi: 20.629

Dalam hal ini, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan BNPB, TNI, POLRI, dan relawan dengan melibatkan 1.144 personel TNI, 1.069 personel POLRI, dan 1.117 personel dari 73 komunitas/lembaga.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama